Absen dan Materi Kelas XII BAB 10 Rahmat Bagi Alama Semesta (Part 2)

SMKS MUDA KREATIF BARABAI

ABSENSI

KLIK DISINI

VIDEO RANGKUMAN 

PERKEMBANGAN ISLAM AFRIKA, AMERIKA DAN AUSTRALIA


PERKEMBANGAN ISLAM DI AMERIKA 

Menurut beberapa pakar sejarah dan arkeolog, Islam masuk ke benua Amerika jauh sebelum Columbus menginjakkan kakinya di sana pada 21 Oktober 1492.


Berdasarkan penemuan berbagai bukti dan catatan sejarah, para pakar tersebut memperkirakan bahwa agama Islam sudah dipeluk oleh sejumlah suku Indian, di antaranya suku Iroquois dan Alqonquin sejak tahun 900 M.

Amerika merupakan negara demokrasi liberal sekaligus sekuler atau menganut prinsip pemisahan antara agama dan negara (sparation of church and state) namun sangat luas memberi kebebasan
beragama bagi rakyatnya.

Semula agama Islam dianggap agama para imigran Timur-Tengah atau Pakistan yang bertempat tinggal di beberapa kota.

Kemudian semakin berkembang sehingga muncul suatu kekuatan Islam yang disebut “Black Moslem”. Black Moslem didirikan oleh Elijah Muhamad di Chicago.

Sesuai dengan namanya Black Moslem mendapat banyak pengikut terutama dari orang-orang yang berkulit hitam.

Black Moslem didukung oleh orang-orang berkulit hitam dan berjuang menuntut persamaan hak. Elijah Muhamad dalam organisasinya mengambil prinsip-prinsip ajaran agama Islam yang
tidak membedakan warna kulit.

Selama dalam pimpinannya perkembangan agama Islam semakin luas.

Hal itu terbukti dengan banyaknya tokoh-tokoh yang masuk Islam, seperti Malcom seorang tokoh nasional Negro Amerika sebagai orator ulung dan Casius Clay bekas juara tinju kelas berat.

Malcom setelah masuk Islam namanya diganti Al-Haji Malik Al-Sabah. Sedang Casius Clay berganti nama menjadi Muhamad Ali.

Elijah berdakwah melalui media masa dengan menerbitkan majalah Muhammad Speak pada tahun 1960.

Elijah meninggal tanggal 25 februari dan digantikan putranya yang bernama Wallace Muhammad atau Warisudin Muhammad.

Selama dalam kepemimpinan Warisudin, agama Islam bertambah maju tidak hanya dipeluk oleh kalangan orang-orang yang berkulit hitam, namun berkembang dalam kalangan masyarakat nasional Amerika.

Ajaran yang disampaikannya ialah agama Islam bukan hanya untuk orang-orang berkulit hitam saja, tetapi untuk seluruh manusia apa pun warna kulitnya.

Pada tahun 1976 Walace Muhamad (Warisudin Muhamad) mengubah nama Nation of Islam menjadi World Community of Islam in West.

Perubahan nama itu dimaksudkan agar sasaran ajaran dan dakwah agama Islam lebih luas lagi jangkauannya.

Pada tahun itu juga ia telah membentuk majelis imam (Council of Imam) terdiri atas enam orang yang mengkordinasi kegiatan-kegiatan keagamaan.

Majalah Muhammad Speak diubah menjadi Bilalian News mengambil nama dari sahabat Bilal bin Rabah.

Tanggal 30 april 1980 organisasi World Comunity of Islam in West diganti namanya menjadi American Muslim Mission (AMM) agar lebih jelas misi organisasi tersebut sebagai dakwah.

Di Chicago terdapat Islamic Institute.

Gedung tersebut lengkap dengan Musala, ruang kuliah, aula, asrama, perpustakaan, ruang makan dan dapur sebagai proyek organisasi Konferensi Islam Internasional di Jeddah.

Di Los Angeles terdapat Islamic Center sebagai pusat ceramah dan sebagainya.

Di Mansfield, Indianapolis Amerika terdapat suatu organisasi bernama Islamic Society of Nort of
America (ISNA) yang telah memiliki sebidang tanah seluas 100 hektar.

Di atas tanah tersebut dibangun sebuah masjid yang dapat menampung 1000 jamaah lengkap dengan perpustakaan, ruang studi dan lain sebagainya.

ISNA mengkoordinasi organisasi-organisasi mahasiswa seperti Muslim Student Association (MSA), organisasi dokter muslim, dan sarjana muslim.

MSA sudah memiliki kantor tempat penerbitan buku, yaitu MSA Islamic Book Service, studio rekaman, memproduksi film-film tv dan percetakan.

Majalah yang diterbitkan bernama Al-Ijtihad (persatuan).

Di California berdiri sebuah madrasah Al-Madina, madrasah ini pada tahun 1972 hanya memiliki 42 anak, namun pada tahun berikutnya bertambah menjadi 105 anak.

Hal ini menunjukkan perkembangan Islam di sana cukup baik. Dalam madrasah Al-Madina diajarkan semua ilmu agama, bahasa Arab, matematika, dan al-Qur'an.

Dengan semakin berkembangnya populasi muslim di Amerika Serikat, maka bertambah pula jumlah mesjid.

Lebih dari 1.200 mesjid berdiri di beberapa kota Amerika Serikat pada awal abad ke-20. Jumlah SD dan SMP yang mengajarkan al Qur'an juga meningkat, kurang lebih ada 1000 pusat pendidikan di Amerika saat ini. 

Tingkat pendidikan, pendapatan, dan pekerjaan pada komunitas muslim lebih tinggi jika dibandingkan dengan golongan lainnya yang juga menetap di Amerika.

Data statistik menunjukkan bahwa pendapatan, hak kepemilikan dan tingkat pendidikan kaum Muslim makin bertambah di tahun-tahun selanjutnya.

Pada tahun 1995, rata-rata tingkat pendapatan muslim yang menetap di Amerika berkisar $51.966, tetapi sekarang meningkat menjadi $55.958.

Selain itu hal yang sangat penting adalah kaum muslim tinggal di kawasan dan lingkungan yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi.

Meskipun tekanan menimpa kembali kepada para pendatang muslim yang tinggal di Amerika, khususnya setelah penyerangan yang dilakukan teroris pada 9 November, kegiatan politik kaum muslim di pemerintahan mengalami peningkatan tercatat sejak 4 tahun terakhir ini.

Menurut hasil jajak pendapat Institut Zogby, sebagian besar kaum muslim percaya bahwa situasi ini merupakan kesempatan yang baik untuk menyebarkan kesadaran tentang Islam di Amerika Serikat.

Dengan diadakannya kampanye “Fight against Terror”, hasil jajak pendapat menunjukkan bahwa
kaum muslim di pemerintahan (23%) semakin yakin bahwa Amerika-lah yang sengaja menciptakan kampanye tersebut di dunia muslim, dan isu teroris dihembuskan untuk menyudutkan dunia Islam.

PERKEMBANGAN ISLAM DI EROPA

Pembahasan tentang perkembangan Islam di Benua Eropa pada bab ini dibatasi pada beberapa negara, sebagai gambaran umum tentang keberadaan Islam di Eropa, yaitu Andalusia (Spanyol), Rusia, dan Inggris secara sekilas.

Perkembangan Islam di wilayah lain di Benua Eropa dapat kalian telusuri dari berbagai sumber

a. Andalusia (Spanyol)
Pada masa pemerintahan Bani Umayah di Damaskus, Andalusia dipimpin oleh Amir (gubernur) di antaranya oleh putra Musa sendiri, yaitu Abdul Aziz.

Runtuhnya kebesaran Bani Umayah di Damaskus dengan berdirinya daulah Bani Abbasyah di bawah pimpinan Abdul Abbas As Safah (penumpah darah) yang berpusat di Baghdad, yang
menyebabkan seluruh keluarga Kerajaan Bani Umayah ditumpas.

Namun, salah seorang keturunan dari Bani Umayah, yaitu Abdur Rahman berhasil melarikan diri dan menyusup ke Spanyol.

Di sana dia mendirikan Kerajaan Bani Umayah yang mampu bertahan sejak tahun 193-458 H (756-1065 M).

Kondisi masyarakat Spanyol sebelum Islam mereka memeluk agama Katolik, dan sesudah
Islam tersebar luas tidak sedikit dari mereka yang memeluk agama Islam secara suka rela.
Hubungan antar agama selama itu dapat berjalan dengan baik karena raja-raja Islam yang
berkuasa memberi kebebasan untuk memeluk agamanya masing-masing.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika di sana telah terjadi percampuran darah juga terdapat orang-orang yanng berbahasa Arab, beradat istiadat Arab, meskipun tetap memeluk agama nenek moyang mereka.

Keberadaan kerajaan Islam di Spanyol merupakan perantara sekaligus obor kebudayaan dan peradaban. Ilmu pengetahuan kuno dan filsafat ditemukan kembali.

Di samping itu, Spanyol menjadi pusat kebudayaan, karena banyaknya para sarjana dan mahasiswa dari berbagai pelosok dunia berkumpul menuntut ilmu di Granada, Cordova, Seville, dan
Toledo.

Di kota-kota tersebut banyak terlahir ilmuwan terkemuka, seperti Abdur Rabbi (sastrawan terkemuka), Ali ibnu Hazm (penulis 400 jilid buku sejarah, agama, logika, adat istiadat), Al Khatib (ahli sejarah), Ibnu Khaldun (ahli filsafat yang terkenal dengan bukunya “Muqaddimah”), Al Bakri dan Al Idrisi (ahli ilmu bumi), dan Ibnu Batuta (pengembara terkenal yang menjelajahi negeri-negeri Islam di dunia). 

Kemudian lahir pula seorang ahli filsafat yang lain, yakni Solomon bin Gabirol, Abu Bakar Muhammad, Ibnu Bajjah (ahli filsafat abad ke12 pentafsir karya-karya Aristoteles), dan Ibnu
Rusyd (ahli bintang, sekaligus seorang dokter dan ahli filsafat).

Adapun sumbangan utama Ibnu Rusyd di bidang pengobatan ialah buku ensiklopedi dengan judul
Al Kuliyat fit At Tibb, serta buku filsafat Thahafut At Tahafut.

Perlu pula diketahui bahwa peranan wanita-wanita muslim di Spanyol saat itu tidak hanya mengurus dapur mereka, tetapi mereka juga memberikan sumbangan besar di bidang kesusasteraan, seperti Nazhun, Zaynab, Hamda, Hafsah, Al-Kalayyah, Safia dan Marian dari Seville (adalah seorang guru terkenal).

Penulis-penulis wanita dan dokter-dokter wanita, seperti Sysyah, Hasanah At Tamiyah, dan Ummul
Ula serta masih banyak lagi.

Pada abad 12 di Spanyol didirikan pabrik kertas pertama. Kenangan pertama dari peristiwa itu ialah kata “Rim” melalui kata “Ralyme” (Perancis Selatan) diambil dari bahasa Spanyol “ Risma” dari bahasa Arab “Rizma” artinya bendel.

Berakhirnya kekuasaan Bani Umayah di Spanyol di bawah kekuasaan Khalifah Sulaiman, diganti oleh dinasti-dinasti Islam kecil, seperti AlMurabithin, Al-Muhades (Muwahidun), dan kerajaan
Bani Ahmar.

Setelah delapan abad umat Islam menguasai Andalusia pada tahun 898 H (1492 M).

Raja Abdullah menyerahkan kunci kota Granada kepada Ferdinand pemimpin kaum Salib, yang
selanjutnya beliau menduduki istana Al Hambra, di mana sebelum itu Khalifah Abdullah bersedia
menandatangani perjanjian yang terdiri atas 72 pasal.

Di antara isinya antara lain Ferdinand akan menjamin keselamatan jiwa keluarga Raja Bani Ahmar,
demikian pula kehormatan dan kekayaan mereka.

Dalam pada itu, kemerdekaan beragama pun akan dijamin terhadap kaum muslimin yang tinggal di Andalusia.

Akan tetapi, di kemudian hari perjanjian tersebut diingkari oleh Ferdinand sendiri dan malah mendesak semua pasukan Raja Abdullah untuk masuk Kristen, jika menolak diusir dan harta bendanya disita.

Pertumbuhan agama Islam di Eropa sekarang memang cukup sulit dibandingkan dengan berdakwah di Asia-Afrika, yang masyarakatnya terlanjur sekuler, namun karena kegigihan para mubaligh berdakwah sehingga dalam perkembangannya agama Islam semakin baik dalam
kualitas maupun kuantitasnya.

Apalagi setelah Paus Paulus II membuka dialog antar umat beragama, seperti yang dilakukan terhadap tokoh-tokoh muslim khususnya dari Indonesia dan pada masa hidupnya Paus Paulus II pernah mengundang Menteri Agama RI untuk menjelaskan praktek kerukunan hidup beragama di tanah air.

Di Spanyol atau Andalusia pada tahun 1975 sekelompok pemuda masuk Islam, mereka mendirikan masyarakat muslim di Cordova.

Kemudian pada tahun 1978 mereka dapat melaksanakan Shalat Idul Adha di Kathedral (bekas masjid) setelah memohon izin Uskup Cordoba Monseigneur Infantes Floredo.

Bahkan, walikota Tulio Anguila melaksanakan teori kerukunan beragama.

Ia menawarkan umat Islam menggunakan taman kota dengan diberi kemah besar untuk  melaksanakan shalat Idul Adha dan shalat berjamaah.

Di sana terdapat madrasah yang dikelola Dr. Umar Faruq Abdullah yang mengajar bahasa Arab, ilmu al-Qur'an, tafsir, fiqih, hadis dan lain sebagainya

b. Rusia
Sampai akhir abad ke-10 M orang-orang Rusia masih menyembah berhala.

Rusia jatuh ke tangan Islam di bawah pimpinan panglima Qutaibah bin Muslim pada masa Khalifah Walid bin Abdul Malik sampai permulaan Khalifah Sulaiman.

Pada saat itu Qutaibah mampu meluaskan penaklukan ke semua negeri yang terletak di dua sungai Jihun dan Sihun.

Qutaibah juga berdakwah kepada penduduk untuk memeluk agama Islam dan meninggalkan
penyembahan berhala.

Karena kebijaksanaan Qutaibah, maka banyak penduduk negeri itu masuk agama Islam.

Keberhasilan Qutaibah dimulai tahun 86 H sampai 91 H dan dapat menguasai semua negeri ini sampai mendekati perbatasan Cina.

Qutaibah berhasil mendirikan masjid besar di Bukhara yang dinamakan Jami Qutaibah.

Ia mengirim para ahli fiqih ke rumah-rumah rakyat untuk mengajarkan ajaran Islam, dan membolehkan menerjemahkan al-Qur'an ke dalam bahasa yang dikenal di daerah tersebut.

Keberadaan pemerintahannya yang berpaham komunis yang anti Islam, cukup menjadi hambatan bagi perkembangan Islam di Rusia.

Chechnya adalah salah satu korban keganasan tentara Rusia. Chechnya merupakan negara kecil di kawasan Kaukasus, Rusia yang berpenduduk 1,5 juta dan mayoritas beragama Islam.

Presidennya yang bernama Dzhokar Dudayef adalah seorang muslim yang taat.

Pasca runtuhnya rezim Bolshevik yang anti-agama pada 1991, umat Islam Rusia bangkit lagi setelah hampir tiga perempat abad di bawah tekanan.

Kebangkitan umat Islam di Rusia terlihat dari tingginya animo menunaikan haji dan umrah, minat mempelajari al-Qur'an, serta peningkatan jumlah jemaah dan masjid.

Pada 2008, lebih dari 32.000 muslim Rusia menunaikan haji. Diperkirakan sebanyak 7.000 masjid
berdiri di seluruh Rusia, sementara ketika komunis tumbang hanya ada 100 masjid.

Moskwa, dengan sekitar 2,5 juta muslim, menjadikannya sebagai kota dengan penduduk muslim terbesar di Eropa.

Saat ini diperkirakan 18 persen dari total penduduk atau 25 juta warga Rusia memeluk agama Islam.

Melihat perkembangan yang demikian pesat,  sebagian pakar memprediksikan bahwa tahun 2050 Rusia akan menjadi Negara Islam terbesar di Eropa.

c. Inggris
Inggris termasuk salah satu negara yang cukup bagus perkembangan Islamnya. Hal ini didukung dengan pemindahan Universitas Islam Toledo di Spanyol ke Inggris.

Sejak itu Inggris mempunyai Universitas Cambridge dan Oxford. Mozarabes salah satu tokoh yang amat berjasa dan aktif dalam penyebaran ilmu pengetahuan agama Islam.

Ia mengganti namanya menjadi Petrus Al Ponsi, dan beliau menjadi dokter istana Raja Henry I.

Pengembangan Islam dilakukan tiap hari libur, seperti hari Sabtu dan Ahad baik untuk anak-anak maupun orang dewasa.

Beberapa organisasi Islam yang ada di Inggris adalah:
1) The Islamic Council of Europe (Majlis Islam Eropa) berfungsi sebagai pengawas kebudayaan Eropa.

2) The Union of Moslem Organization (Persatuan Organisasi IslamInggris).
3) The Asociation of British Moslems (Perhimpunan Muslim Inggris).
4) Islamic Fondation dan Moslem Institute. Keduanya bergerak di bidang penelitian, beranggotakan orang-orang Inggris dan imigran.

Di pusat kota London dibangun Central Mosque (Masjid Agung) yang selesai pembangunannya pada tahun 1977 terletak di Regents Park, dan mampu menampung 4000 jamaah, dilengkapi perpustakaan dan ruang administrasi serta kegiatan sosial.

Di samping itu, orang-orang Islam Inggris juga membeli sebuah gereja seharga 85.000 poundsterling di pusat kota London yang akan dijadikan pusat pendidikan ilmu agama Islam.

Pemeluk agama Islam di sini selain bangsa Inggris sendiri juga imigran Arab, Turki, Mesir, Cyprus, Yaman, Malaysia dan lain-lain yang jumlahnya ± 1 ½ juta orang (menurut catatan The Union of Moslem Organization), dan di sini agama Islam merupakan agama nomor dua setelah Kristen.

Al-Qur'an pertama kali diperkenalkan di Inggris oleh Robert Katton yang ditejemahkan ke dalam bahasa latin.

Kemudian kamus ArabInggris pertama disusun sarjana Inggris E.W.Lanes.

Di  negeri ini juga pada tahun 1985 muncul seorang walikota muslim yang bernama Muhammad Ajeeb di Stradford Inggris.

Dan sejak itu, masyarakat muslim dan mahasiswa Universitas Oxford mendirikan “Pusat Kajian
Islam”.

PERKEMBANGAN ISLAM DI AUSTRALIA

Muslim di Australia memiliki sejarah yang panjang dan bervariasi yang diperkirakan sudah hadir sebelum pemukiman Eropa.

Beberapa pengunjung awal Australia adalah muslim dari Indonesia Timur. Mereka membangun hubungan dengan daratan Australia sejak abad ke 16 dan 17.

Migran muslim dari pesisir Afrika dan wilayah pulau di bawah Kerajaan Inggris datang ke Australia sebagai pelaut pada akhir dasawarsa 1700an.

Populasi muslim semi permanen pertama dalam jumlah yang signifikan terbentuk dengan kedatangan penunggang unta (julukan untuk orang Arab yang menetap di pedalaman Australia)  pada dasawarsa 1800-an.

Salah satu proyek besar yang melibatkan penunggang unta Afganistan adalah pembangunan
jaringan rel kereta api antara Port Augusta dan Alice Springs, yang kemudian dikenal sebagai Ghan. Jalur kereta api dilanjutkan hingga ke Darwin pada 2004.

Para penunggang unta ini juga memegang peran penting dalam pembangunan jalur telegrafi darat antara Adelaide dan Darwin pada 18701872, yang akhirnya menghubungkan Australia dengan London lewat India.

Melalui karya awal ini, sejumlah kota Ghan berdiri di sepanjang jalur kereta api.

Banyak dari antara kota-kota ini yang memiliki sedikitnya satu masjid, biasanya dibangun dari besi bergelombang dengan menara kecil.

Masjid pertama di Australia didirikan di Marree di sebelah utara Australia Selatan pada 1861. Masjid besar pertama dibangun di Adelaide pada 1890, dan satu lagi didirikan di Broken Hill (New South Wales) pada 1891.

Jumlah umat Islam Australia modern meningkat dengan cepat setelah Perang Dunia Kedua. Pada 1947-1971, jumlah warga Muslim meningkat  dari 2.704 menjadi 22.331.

Hal ini terjadi terutama karena ledakan ekonomi pasca perang, yang membuka lapangan kerja baru.

Banyak muslim Eropa, terutama dari Turki, memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari
kehidupan dan rumah baru di Australia. Pada Sensus 2006, tercatat 23.126 muslim kelahiran Turki di Australia.

Muslim Australia sangat majemuk. Pada Sensus 2006, tercatat lebih dari 340.000 muslim di Australia, di mana dari jumlah tersebut sebanyak 128.904 lahir di Australia dan sisanya lahir di luar negeri.

Selain migran dari Libanon dan Turki, negara asal muslim lainnya adalah Afganistan (15.965), Pakistan (13.821), Banglades (13.361), Irak (10.039), Indonesia (8.656).

Dalam tiga dasawarsa terakhir, banyak muslim bermigrasi ke Australia melalui program pengungsi atau kemanusiaan, dari negara-negara Afrika seperti Somalia dan Sudan.

Masyarakat muslim Australia saat ini, sebagian besar terkonsentrasi di Sydney dan Melbourne.

Perkembangan Islam di Australia sudah merambah ke kalangan masyarakat Aborigin, suku asli Benua Kanguru itu.

Dalam pertemuan organisasi Society for the Scientific Study of Religion di Baltimore akhir Oktober 2012 lalu, sejumlah peneliti dari Religioscope memaparkan kertas kerja mereka tentang pernyataan media dan komunitas muslim di Australia yang menyebutkan bahwa makin meningkatnya pemeluk Islam di kalangan masyarakat Aborigin, terutama di kalangan anak mudanya, merupakan “kebangkitan” Islam yang melanda suku Aborigin.

Gambaran ini terkait dengan sejarah Islam di Australia.

Sejumlah muslim Aborigin mengklaim mereka membangun kembali identitas sejarah mereka dengan cara masuk Islam, karena ada gelombang perkawinan campur antara pendatang Muslim dengan orang-orang Aborigin pada abad ke-19.

Komunitas muslim ini adalah para pedagang yang berlayar dari Pulau Celebes (sekarang Sulawesi) di Indonesia dan orang-orang Arab (ketika itu disebut “Afghan”) yang menetap di pedalaman Australia dan dijuluki  “Cameleers” atau penunggang unta.

Selain melakukan perkawinan campur, mereka juga berbagi budaya, termasuk sejumlah tradisi dalam Islam.

Sensus tahun 2001 sampai 2006 menunjukkan peningkatan jumlah muslim Aborigin dari 622 menjadi 1.010 orang.

Peneliti Helena Onnudottir dari Religioscope, Adam Possamai (University of Western Sydney) and Bryan S. Turner (Wellesley College) dalam kertas kerja mereka juga mengungkapkan bahwa identitas kekristenan pemerintahan kolonial dan dominasi orang kulit putih atas suku Aborigin kemungkinan  menjadi alasan mengapa berdasarkan hasil sensus, persentase orang Aborigin yang memeluk agama Kristen makin menurun.

Agama Kristen Pantekosta, sebagai aliran Kristen yang paling berkembang di Australia, ternyata tidak mendapat tempat di kalangan masyarakat Aborigin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi dan Tugas PAI XII BAB 7 Indahnya Membangun Mahligai Rumah Tangga

Materi dan Absensi Kelas XI BAB 1 BERIMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH SWT.

Materi Kelas XII BAB 8 Meraih Berkah dengan Mewaris